Tidak seperti biasanya jalanan agak sepi. Maklum “tanggal merah”, Hari Raya Idul Adha, meski nanti malam perayaan tahun baru (31 desember). Motor kukebut karena harus garap revisi skripsi.
Haaahh.. akhirnya sampai juga di komplek perumahan rumah temanku. Dalam hati “untung aku punya teman yg bisa kuandalkan, kalau tidak sripsiku nggak kelar-kelar.. haha”. Anyway.. for Dewi Ikhda dan Yuniar Pratiwi.. thanks alot for helping my thessis hehe.
Pikiranku yg tadinya melayang pada rencana awal revisi skripsi tiba-tiba buyar melihat sepasang suami istri dengan motor bututnya menunggu jatah daging kurban. Mereka tampak begitu senang dengan jatahnya. Dalam hati aku bersyukur.. “Ya Allah.. terima kasih atas nikmat yg Engkau berikan padaku.” Ya, aku harus bersyukur, karena kalu melihat pasangan pasutri itu, sempat-sempatnya antre bejubel hanya untuk mendapatkan daging se-kresek yg tidak terlalu besar, yg bagiku barangkali apalah artinya, paling-paling hanya bisa untuk bikin pentol baso semangkuk.
“Ya Allah.. sekali lagi puji syukur atas segala nikmat yang telah Engkau berikan padaku, ampuni hamba atas keingkaran nikmat selama ini..”
Waduh.. jam 16.30 aku harus cepat-cepat, karena hari ini aku masuk jam 17.00