Arsip untuk Juni, 2007

SMS from Susi..

Posted in ringan on Juni 28, 2007 by tuan toshiro

Tadi aku terima SMS dari seorang sahabat, namanya Susi. Dia ini seorang seketaris di sbeuah hotel bintang 4. Bunyi SMSnya gini :

“Km tau ga? Ak mrasa km tuh extra ordinary person, kali ini km hrs prcaya sm ak kl suatu saat km bakal jd org yg b’hasil…. dst.(Maaf tidak semua saya tampilkan). Simpan SMS ini & suatu saat bs jd bukti apa yg ak blg mlm ini (dst.. ).”

Habis baca SMS ini aku langsung diam sejenak, kemudian membalas SMSnya. Saya nggak tahu harus bilang apa. Saya hanya bersyukur pada Allah SWT, sudah diberi sahabat, teman, guru, dan lebih-lebih KELUARGA (Ayah, Ibu dan Kedua Kakak) yg selalu mensupportku untuk meraih cita-cita kecil. Bagiku mereka motivator terbesar dalam hidupku.

Sus.. thx alot ya untuk doamu. Tahu nggak, yg kuharapkan apa? tidak hanya cita-citaku yg tercapai, tapi aku harap Orang Tua, kedua Kakakku, sahabat-sahabatku seperti kamu dan yg lain, kelak bisa “mencicipi” jerih payah pencapaian cita-citaku. Kuharap kalian semua bisa juga sukses sepertiku. Amien. Karena bagiku percuma sukses sendiri kalau tidak bisa dirasakan orang-orang disekitarku.

Semoga tidak hanya cita-cita di dunia saja, tapi juga bisa meraih kebahagiaan akhirat yg menjadi impian semua orang. Amien Allahumma Amien..

Ya Allah.. thx for giving me the BEST people in my whole live.

28 Juni 2007 9pm @ GIGA FM

Segala sesuatu pasti ada akhir..

Posted in ringan on Juni 8, 2007 by tuan toshiro

Sore ini aku mendengarkan “Satu-Satu”nya Iwan Fals.

Satu satu daun berguguran..
Jatuh ke bumi dimakan usia..
Tak terdengar tangis tak terdengar tawa..
Redalah reda…. dst

Itu sekelumit liriknya. Kalau diliat liriknya, nggak terlalu dalam sih, tidak seperti beberapa lagu Iwan Fals lain, yg syarat kritik sosial. Mungkin ini juga ada muatan pesan moralnya, cuman aku lihat masih “ringan”lah. Tapi “ringanitas” (bisa-bisanya bikin istilah sendiri :-) hahaha) lagu “Satu-Satu” ini seakan mengingatkan kita bahwa segala hal di muka bumi ini pasti akan berakhir juga.

Jadi ingat acara Tarot di radioku (Apa Kata Tarot? bersama Shita Dewi 99,6 GIG FM) yg tidak terasa tadi malam untuk terakhir kalinya aku jadi “HOST”nya. Banyak hal yg kupetik dari acara ini. Jujur saja bukan pada “ramalan”nya tapi karena karakter acara ini sangat berbeda dengan acara lain di radioku.

Inget betul gimana dulu aku harus susah payah mempertahankan acara ini demi mendapatkan raihan pendengar, sampai-sampai harus perang dingin dengan Nara Sumbernya sendiri ( hehe Mbak Shita sorry ya waktu itu ;-) ) belum lagi harus “perang urat syaraf” dengan Manager On Air. Tarik ulur antara melepaskan ego, demi pendengar, demi rating yg memang aku kejar dari program ini, demi mengasah skill siaran, demi pamor, dll.

Banyak pelajaran tentang siaran dari sini, gimana menghadapi keanekaragaman pendengar, Ada yg memang butuh konsultasi, ada yg hanya iseng-iseng.. sampai ngetes kemampuan Shita segala, yg Tarot addicted, macem-macem lah hehe.

Sayang memang kalau harus melepas program ini, tapi aku bersyukur dan lega karena harus melepas program disaat program itu “naik daun”. Bukankah ini hal menggembirakan? daripada harus melepasnya disaat acara ini sudah ditinggalkan banyak orang!

Betul juga yg dibilang Iwan Fals dalam lagunya …”Satu satu daun jatuh kebumi.. Satu satu tunas muda bersemi.. Tak guna menangis tak guna tertawa.. Redalah reda..”

Ini hanya acara yg aku lepas, bisa jadi suatu saat aku harus melepas predikat penyiarku, cita-cita yg dulu getol aku kejar!! ;-)