Tadi di kantor ada seorang tamu mencari temanku, tak lain tunangannya. Aku perhatikan mereka sedang asyik ngobrol. Kebanyakan teman di kantor melihat temanku dan tunangannya ini mungkin akan berpikiran : “wah, mereka pasti sedang bahagia-bahagianya”, ya maklum karena akhir bulan ini mereka menikah. Tapi di benakku lain lagi, “Siapkah mereka?” mengingat keduanya masih lugu rasa-rasanya (si cewek temen kantorku ini dicap paling lugu lho di kantor! bahkan dulu pas jadi karyawan baru di sini, teman-teman sempat dibikin ngakak karena dia gak tahu gimana bentuknya kondom. “Belum tahu dia kondom fiesta, dengan berjuta rasanya itu hehe…” ).
Beda teman ini beda teman yg lain. Kemaren bahkan seorang teman kantor cerita.. “Eh tahu nggak?? si Dita (tentu bukan nama aslinya), sudah 2 hari ini datang ke kantor dengan mata sembab.” Usut punya usut, ternyata dia sudah nggak merasa kangen lagi dengan pacarnya. Padahal Januari depan dia mau menikah!! Ohmaigaaaddd….
Minggu kemaren jg begitu, Kakak-ku yg nomor dua menikah. Beda dengan ketika kakak pertama-ku menikah, pernikahan kakak nomor dua-ku ini bikin aku sedikit khawatir. Bukan kenapa, aku merasa dia belum siap. Kalau aku baca dari sikap dia akhir-akhir ini (wah, mulai lagi deh praktik sixth sense
). Gak tahu ya feeling-ku dia nggak siap. Jadi khawatir jg dengan pernikahannya, karena kutahu pernikahan itu satu fase yg sama halnya dengan fase perkembangan lain dalam hidup manusia, harus berjalan baik.
2 Minggu lalu, ada tmn dari Samarinda datang. Bayangan aku orang mau merid senang. Tapi apa yg diutarakan temanku bikin aku menyimpulkan, ternyata menikah itu bukan perkara gampang. Tahu dia bilang apa? “Bola salju sudah menggelinding, mau gimana lagi?” Usut punya usut jg, teman saya ini ternyata tidak siap, tapi keluarga mempelai wanita sudah mendesak untuk segera dilangsungkan, mengingat keduanya sudah di usia yg cukup.
Terkesan dipaksa…

Dulu aku juga “takut” menikah. Sekarang sadar bahwa sebetulnya dulu tidak ada yg perlu ditakutkan.
gak semenakutkan itu
perasaan campur aduk – jelang menikah – itu memang selalu muncul menghantui. Wajar…
Asal niat kita memang benar2 serius, dan gak main2, insyaallah pasti lancar. Nikah, satu hal yang dicintai ALLah, pasti Dia berikan jalan, tuntunan, rejeki dan banyak petunjuk…
menikah muda ?? i am not affraid