LASKAR PELANGI, the magic of childhood memories
Jangan pernah melupakan memori masa kecil kalau ingin cita-citamu terwujud. Itu adalah satu diantara sekian banyak pesan moral dalam film Laskar Pelangi. Mimpi harus dimiliki setiap orang. Jadi ingat bebrapa bait Original Soundtrack film ini yang dinyanyikan Nidji :
mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
telah hilang
tanpa lelah sampai engkau
meraihnya.. dst
Sebenarnya saya sudah menonton film ini 2 minggu yang lalu, tapi belum sempat bikin reviewnya. Bukan kenapa, mudik bow dan di desa tidakada hot spot! (alias warnet) hehe..
Laskar Pelangi.. judul film yg sangat menggelitik. Sama seperti judulnya, cerita dalam film yang diangkat dari sebuah novel berjudul sama Laskar Pelangi ini, juga menggelitik rasa penasaran untuk ditonton. Bercerita tentang sepuluh anak Belitong (masuk propinsi Bangka Belitung) yang haus akan pendidikan. Cerita bermula dari anak-anak Belitong yang mencoba mendaftar di calon sekolah mereka, SD Muhammadiyah Belitong. SD ini sendiri punya riwayat memprihatinkan. Sebuah SD dengan gedung yg tidak hanya parah, tapi atap yg hampir ambruk. Bahkan dindingnya sendiri harus ditopang kayu. SD ini juga sempat mendapat surat peringatan dari Diknas kalau siswa mereka tidak sampai 10, maka mereka tidak diijinkan beroperasi. Tapi satu alasan kenapa SD Muhamadiyah ini harus tetap berdiri, dia adalah satu-satunya SD islam di Belitong. Hanya sekolah inilah yang menurut sang Kepala Sekolah, mengajarkan akhlak dan budi pekerti. Pendidikan bukan hanya mengisi otak, tapi juga mengisi hati murid-muridnya untuk memiliki budi pekerti yg tinggi.
Siapa sangka dari SD yang sangat biasa ini lahir pribadi-pribadi yang luar biasa. Murid-murid yg punya rasa kebersamaan yang tinggi, akhlak yang mulia, menghormati gurunya, murid yang sadar bahwa cita-cita harus tetap digantungkan serta nilai-nilai lain yg selalu diajarkan oleh sekolah lewat gurunya, Ibu Muslimah dan sang kepala sekolah tentunya. Ada satu pesan kepala sekolah untuk mereka yang selalu ia tekankan : “Bahwa dalam hidup seharusnya menjadi yang memberi memberi dan memberi, bukan malah menjadi yang menerima.”
Film ini sendiri diangkat dari kisah nyata sang penulis novel, Andrea Hirata, yang dalam novel ini diperankan tokoh Ikal. Haikal dengan sangat sukses mengajan penonton untuk menelusuri pengalaman masa kecilnya yg luar biasa! Tidak hanya mengenalkan cerita masa kecil yang harusnya selalu menjadi motivasi, dia juga mengenalkan orang-orang luar biasa yg pernah dia kenal. Teman-teman yg luar biasa seperti Mahar yg tidak jarang diremehkan teman-temannya, tapi justru berhasil mengangkat SD mereka sejajar dengan SD lain di pulau itu, karena berhasil menjadi Juara dalam acara porseni SD. Berhasil menyumbangkan tropy untuk sekolahnya yang merupakan satu-satunya tropy yg dilimiki SD tersebut. Ada pula sosok Harun, seorang anak dengan kebutuhan khusus yang tidak kalah dengan anak lain punya semangat belajar tinggi ditengah kekurangannya. Serta beberapa teman kelasnya yg lain termasuk si pemilik semangat luar biasa, Lintang, seorang anak nelayan miskin yg rela mengayuh sepedanya sejauh 80 kilometer setiap hari menuju sekolah.
Film ini mengajarkan banyak tentang kehidupan. Kita dibiarkan menangis, tertawa dan tersenyum dengan jujur dan tulus. Untuk meraih cita-cita, perubahan adalah hal penting. Dan untuk sebuah perubahan, pendidikan adalah satu jawaban mutlak!
Last but not least, untuk sebuah cita-cita juga, segala keterbatasan bukanlah satu halangan..
Andrea Hirata, thank you for inspiring story..
Oktober 8, 2008 pada 3:48 am
lebih pasnya skrg masuk wilayah Kepulauan Bangka belitung dan menjadi propinsi ke 31…
Gantong sendiri, kota kecamatan yg masuk ke Kab. Belitung Timur, setelah pemekaran dr Belitung Induk….
Saya sendiri sempat mengenyam pendidikan SD memang spt yg dijadikan setting film tsb; th 73-76, tp di SD PT Timahnya…:(
dan rasanya emang berlebihan sih penggambarannya, ada jurang pemisah antara SD timah dan sd lain, krn temen2 saya sendiri ya banyak jg yg dr luar komplek, ga segitu eksklusif kok, ya boleh lah sekedar hiperbol sih…
Sukses dan jadi bangga, kampong ku jadi tp setting dan diangkat jd film yg luar biasa…!
Oktober 9, 2008 pada 5:25 am
Ups lupa.. Bangka Belitung! hehe.. thx ralatnya..
Oktober 9, 2008 pada 7:24 am
Sebenarnya sebelum Andrea Hirata jd ngetop dengan Laskar Pelanginya sebenarnya aku udh yakin klo Mulailah dengan bermimpi untuk mencapai sesuatu yang tinggi dalam hidup. klo kata suatu quote yang aku baca dalam buku Quantum Ikhlas sih gini : “TUHAN HANYA MENGABULKAN APA YANG ADA DI DALAM HATI BUKAN APA YANG TERUCAP DI BIBIR” dan mimpi bagian dari hati, untuk penjelasannya spt apa nt ya mas aku sambung lagi kpn2. Soale panjang bgt.heheheeh. Salam.
Oktober 10, 2008 pada 7:46 am
Sorry buddy, always terlambat bls sms km ato ga smpat tel km balik. Ak belum lihat filmnya tapi ak percaya film itu inspiring bgt, Insya Allah secepatnya ak tonton. Kesuksesan itu memang penting tetapi proses menuju sukses itu yang bisa menentukan kualitas seseorang. Banyak orang sukses dengan cara yang tidak benar dan pada akhirnya jatuh karena kesalahannya sendiri yang membuat harga dirinya jatuh dan terpuruk. Tetapi ketika kesuksesan itu diraih melalui proses panjang dengan cara yang benar, ak percaya dan yakin kalau kesuksesan itu akan langgeng untuk selamanya karena pemilik segalanya Allah itu selalu meridhoi jalan menuju kesuksesan itu sendiri. Ketika kita belum sukses, jangan pernah merasa diri kurang karena kesuksesan untuk tiap orang itu pasti ada saatnya sendiri-sendiri. Ak orang yang selalu percaya, kamu akan menjadi orang yang sukses, cepat atau lambat, ak yakin itu. Jadi jangan pernah menyerah, karena suksesmu akan menemukan jalannya sendiri untuk bisa kamu temukan. Sukses Fik, ak selalu berdoa untuk kamu dan semua orang yang ak sayangi. Take care, miss you a lot
Oktober 11, 2008 pada 1:24 am
Wah..wah….memang ya, kalau sudah yang namanya nonton laskar pelangi, pasti bawaannya pengen liat lagi…he..he…karena memang pantas untuk disimak kembali. Dan bagiku, ndak banyak lagi…tapi segudang values yang bisa kita petik hikmahnya. Ya semangat juang untuk berusaha, spirit di dalamnya, relationship yang kokoh, norma dan etika yang tidak terkalahkan dg nurani, de el el….semuanya ada deh di sini, he..he… Wong aku sendiri sampai terkagum-kagum dengan visualisasi Miles Production yang begitu detil menggambarkan karakter dan penjiwaan setting. Secara, dulu aku memang ndak masuk kelas Komunikasi Audiovisual yang tiap hari kudu sarapan tentang art and film…tapi, diteropong dari sesi Jurnalistik-pun, wah…It’s amazing picture that I ever saw before….sampai bikin nangis mulai awal duduk di kursi XXI studio, sampai akhir bo’…penuh dengan nangis bombay, hasilnya kayak habis dipukuli orang sekampung, mata mbendol…kekekek…..
But I believe, there’s happiness out there. Of course w’ their achievement, reaching a stars….
Well, thanks for the owner of this ‘chatt world’…Just keep struggle on the battle in Surabaya, whatever you want Agent Toshiro…he..he…
Best regards to all of my news friends here…
Oktober 17, 2008 pada 7:53 am
>>Film ini sendiri diangkat dari kisah nyata sang penulis novel, Andrea Hirata, yang dalam novel ini diperankan tokoh Haikal.
Fiq, kamu harus baca bukunya dulu sebelum berkomentar banyak…Bukan Haikal. Tapi IKAL.
Desember 10, 2008 pada 3:14 am
ini postingan yg mana, coment yg mana..
banyakan coment nya daripada artikelnya
two tumbs up for the movie!