Let the Right One In

Sadarkah betapa pengaruh pasangan kita luar biasa besar? sepanjang pengaruh itu positif sih nggak masalah. Tapi kalau sebaliknya?? sayang aja kalau kita terlambat menyadarinya! Film Let the right One in sepertinya mencoba menyadarkan kita, betapa orang-orang terdekat (pasangan/keluarga/teman) bisa “merubah” diri kita.

Let the Right One In

Let the Right One In

Magnolia Picture dengan bintangnya seperti Kåre Hedebrant, Lina Leandersson, Per Ragnar, Henrik Dahl, Karin Bergquist, Peter Carlberg, Ika Nord, Karl-Robert Lindgren, Anders T Peedu dan Pale Olofsson mempersembahkan sebuah film bergenre foreign handal yakni Let the Right One In.

Film yang berdurasi sekitar 114 menit ini mengisahkan tentang seorang Oskar (Kåre Hedebrant), seorang bocah 12 tahun yang ringkih dan penakut seringkali dikerjai teman-teman sekelasnya yang lebih besar, dan tidak bisa membalas.

Harapan si bocah kesepian untuk memiliki teman terkabul saat ia berkenalan dengan Eli (Lina Leandersson), yang juga berumur 12 tahun, dan baru pindah ke rumah sebelah.

Eli adalah seorang gadis yang serius dan berkulit pucat. Ia hanya keluar di waktu malam dan nampaknya tidak terpengaruh cuaca dingin. Bersamaan dengan kedatangan Eli, terjadi beberapa kasus pembunuhan yang korbannya ditemukan mati kehabisan darah.

Perlahan terjalin cinta monyet antara Oskar dan Eli, dan gadis itu memberi semangat agar Oskar membalas teman-temannya. Tetapi kemudian Oskar menyadari, ada sesuatu yang berbahaya pada diri Eli.

Lalu, apakah yang akan terjadi dengan Oskar dan Eli? Disutradarai oleh Tomas Alfredon dengan penulis naskah John Ajvide Lindqvist, saksikan film Let the Right One In di bioskop faforit Anda.

sumber : rileks.com

3 Tanggapan ke “Let the Right One In”

  1. memang erat hubungannya dengan sense of belonging….that’s why kenapa orang mudah ter-influence orang-orang terdekatnya. tapi sisi independen seseorang tetap ada kok…bisa jadi ndak akan terperangkap dengan ‘hegemoni’, meskipun ada masukan sana-sini..(lha kalo ndak cucok pandangan atawa idenya, kenapa mesti dituruti to…?…he…he…)

  2. waduh ngelu moco komen di atas :)

  3. Seringkali tidak kita sadari pasangan kita berpengaruh negatif pada kita. Sadarnya justru ketika kita ditinggalkan sahabat atau orang-orang terdekat kita.

Tinggalkan Balasan