Tuhan, terima kasih..

Jika kita mendapati diri kita pada titik kesedihan yg tiada habis, permasalahan yg tidak kunjung usai dan “penyesalan-penyesalan” lain kita pada hidup ini, coba duduklah sebentar, kemudian tanyakan hal berikut pada diri sendiri :

1. Kenapa kita masih hidup hingga saat ini?

2. Kenapa kita masih bisa menghirup udara dengan leluasa, tidak seperti mereka yg terbaring di rumah sakit dengan tabung oksigen, dsb?

3. Kenapa kita masih bisa melihat matahari yg kadang indah di pagi hari namun menyilaukan di siang harinya? Bandingkan dengan mereka yg tidak bisa menikmati itu karena tidak bisa melihat.

4. dst..

pertanyaan-pertanyaan itu akan membimbing kita untuk menghargai betapa besarnya nikmat Tuhan kepada kita. Cobaan atau masalah-masalah kecil yg kita hadapi semata bentuk sayang Tuhan pada kita agar kita bisa membandingkan nikmat itu dengan kegundahan, kesedihan kita dan hal-hal yg mengganggu kita selama ini.

Dan ini pula yg sekian menit lalu aku lakukan. Ya Allah, terima kasih banyak atas besarnya nikmat itu. Meski terkadang aku membandingkan diriku dengan mereka yg lebih dari cukup secara materi, namun terima kasih Tuhan.. aku masih merasakan kebahagiaan itu meski materi yg aku miliki tidak seberapa. Aku masih bisa tertawa lepas, meski banyak teman di kantor jarang bisa merasakan itu, dan.. kadang aku kasihan melihat mereka yg begitu suntuk dengan rutinitas pekerjaan.

Meski sebagian teman-temanku sudah mencicipi sukses yg selama ini membuatku iri manakala melihat mereka sudah menjadi presenter handal di televisi, namun aku bersyukur sepenuhnya pada-Mu, karena untuk mencapai seperti sekarang ini sungguh bukan hal mudah bagi seorang yg berasal dari desa dengan segala rintangan dan minimnya fasilitas yg kumiliki. Jika dibandingkan dengan mereka dengan segala fasilitas dan lingkungan mendukung, adalah hal luar biasa bagiku untuk menjadi seperti sekarang ini mengingat sekian tahun lalu aku adalah seorang anak kecil yg begitu lugu, depresi dan hanya bisa mengandalkan diri sendiri dan tentu karena memiliki Ibu yang luar biasa hebat!

Meski aku masih belum bisa membuat orang tuaku keliling dunia, namun aku bersyukur Tuhan, karena dengan menjadi seperti sekarang ini, orang tua-ku bangga karena tidaklah mudah untuk menjadi seperti sekarang ini. Meski kadang aku sedih dengan berbagai problem bertubi-tubi yg aku hadapi, namun aku bersyukur, justru problem-problem itu yg menginspirasiku selama ini.

Tuhan, aku mau menjadi hamba yg bersyukur pada setiap nikmat yg diberikan Tuhannya…

Satu Tanggapan ke “Tuhan, terima kasih..”

  1. Alhamdulillah….ucapkan itu sbagai wujud rasa syukur & trima kasih padaNya, agar apa yg kita rasakan sebagai karunia dariNya slalu kita ingat dan sanggup menginspirasi langkah kita selanjutnya

Tinggalkan Balasan